Senin, 25 Oktober 2010
Soal Bahasa Indonesia
1. Di bawah ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam diskusi atau seminar,
kecuali ....
a. moderator
b. pembicara
c. notulen
d. peserta
e. ketua
2. Cara pengiriman naskah ke media cetak bisa melalui ....
a. dikirim lewat wesel
b. dikirim lewat bank
c. dikirim lewat faksimile
d. dikirim lewat cek
e. dikirim lewat giro
3. Tanggapan penolakan di bawah ini yang tepat adalah ....
a. Saya tidak sependapat dengan Anda yang tidak masuk akal.
b. Maaf, hal itu tidak dapat diterima.
c. Saya tidak setuju sebab hal itu tidak benar.
d. Wah, pendapat itu harus ditolak!
e. Saya kurang sependapat dengan Bapak karena saya belum yakin tentang
hal itu.
4. Di bawah ini yang termasuk pola menarik kesimpulan adalah ....
a. analogi
b. kronologi
c. sebab - sebab
d. haplologi
e. akibat - akibat
5. Berikut ini yang tidak termasuk unsur-unsur dalam surat resmi lamaran
pekerjaan adalah ....
a. tanggal surat
b. ucapan terima kasih
c. alamat surat
d. isi surat
e. hal
6. Unsur-unsur intrinsik cerpen adalah ....
a. psikologi - penokohan - pesan d. tokoh - penokohan - filsafat
b. alur - konflik - tema e. amanat - budaya - tema
c. latar - konflik - struktural
7. Membuat surat lamaran yang baik dan benar harus ditinjau dari segi ....
a. kalimat - kata
b. EYD - hal
c. diksi - EYD
d. hal - struktur
e. kaitan antarkalimat - hal
8. Yang bukan persyaratan menulis di media cetak adalah ....
a. bersifat aktual dan faktual
b. mengandung gagasan sentral yang jelas
c. tidak menyerang pribadi seseorang
d. mengandung materi yang bersifat promosi komersial
e. mengandung unsur ilmiah populer
9. Yang merupakan ciri paragraf induktif adalah ....
a. letak kalimat utama di awal paragraf
b. bersifat umum - khusus
c. letak kalimat utama di tengah paragraf
d. bersifat khusus - umum - khusus
e. letak kalimat utama di akhir paragraf
10. Di bawah ini yang termasuk unsur ekstrinsik karya sastra adalah ....
a. psikologi - budaya - agama
b. struktural - semiotik - alur
c. tema - amanat - konflik
d. latar - pesan - konflik
e. tokoh - agama - filsafat
B. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar!
1. Buatlah contoh tanggapan persetujuan dan penolakan dengan bahasa yang
baik (masing-masing dua)!
2. Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik? Jelaskan!
3. Buatlah kalimat yang menyatakan opini dan fakta (masing-masing dua)!
4. Sebutkan lima kewajiban yang harus dipenuhi peserta diskusi!
5. Buatlah contoh surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar!
Konotatif, Denotatif, Gramatikal, Leksikal, Kias, Lugas, Umum dan khusus
D. Mengidentifikasi Makna Konotatif dan Denotatif,
Gramatikal dan Leksikal, Kias dan Lugas, Umum dan
Khusus
Tujuan Pembelajaran
Anda diharapkan mampu makna konotatif dan denotatif, gramatikal dan leksikal,
kias dan lugas, umum dan khusus.
Makna memiliki arti penting untuk memaknai sebuah kalimat. Makna dapat
dibedakan berdasarkan intonasi kalimat, kontek atau situasi dan cakapan kata
tersebut dalam kalimat. Makna kata adalah maksud suatu kata atau isi suatu
pembicaraan atau pikiran. Menurut jenisnya makna kata terdiri dari hal-hal
berikut.
1. Makna Denotasi
Makna detonatasi adalah makna yang sebenarnya, makna ini dapat
digunakan untuk menyampaikan hal-hal yang faktual. Makna denotasi disebut
juga makna lugas. Kata itu tidak mengalami penambahan-penambahan makna.
Contoh:
Andi makan roti.
Irma menulis surat di meja belajar.
Yuma minum susu.
2. Makna Konotatif
Makna konotatif adalah makna yang bukan makna sebenarnya. Makna ini
biasanya digunakan dalam konteks sindiran. Makna konotatif sebenarnya adalah
makna denotasi yang mengalami penambahan.
Contoh:
Joni adalah sampah masyarakat di kampungnya.
Andi menjadi kambing hitam dalam masalah tersebut.
3. Makna Leksikal
Makna leksikal adalah makna yang bersifat tetap. Oleh karena itu, makna
ini sering disebut dengan makna yang sesuai dengan kamus.
Contoh:
Makan kambing sapi
Minum buku pensil
4. Makna Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna yang berubah-ubah sesuai dengan konteks
pemakainya. Kata ini sudah mengalami proses gramatikalisasi, baik pengimbuhan,
pengulangan, ataupun pemajemukan
Contoh:
Berlari = melakukan aktivitas
Bersedih = dalam keadaan
Bertiga = kumpulan
Berpegangan = saling
5. Makna Lugas
Makna lugas adalah makna yang sesungguhnya. Makna ini hampir sama
dengan makna denotatif.
Contoh:
Bendaharawan itu sedang makan. (makna lugas)
6. Makna Kias
Makna kias adalah makna yang bukan makna sebenarnya. Makna ini sama
dengan makna konotasi.
Ia diisukan makan uang dinas. (makna kias)
Tikus kantor = koruptor
Kambing hitam = fitnah
Tangan dingin = suka memukul
7. Membedakan Makna Umum dengan Makna Khusus
Makna umum adalah makna yang memiliki cakupan lebih luas dibandingkan
dengan kata-kata yang lain, sedangkan makna khusus makna yang memiliki
cakupan lebih sempit.
Contoh:
Andi memilih jalur transportasi darat. (makna umum)
Titin naik bus ke Jakarta. (makna khusus)
1. Mengenali Unsur-Unsur dalam Laporan Hasil Diskusi
Diskusi bertujuan untuk memperoleh kesimpulan yang dapat disumbangkan
kepada pihak-pihak yang membutuhkan sumbangan pemikiran. Laporan
kegiatan diskusi disampaikan dalam bentuk tertulis agar lebih jelas, lengkap,
koherensif. Pihak yang membuat laporan diskusi adalah panitia penyelenggara/
pelaksana, sedangkan laporan ditujukan atau diserahkan kepada pihak yang
membawakan panitia. Oleh pihak yang menerima laporan, hasil-hasil diskusi
dapat ditindaklanjuti dengan cara memublikasikannya kepada khalayak umum.
Laporan diskusi harus singkat,
jelas, terperinci, dan lengkap. Hal ini
dimaksudkan untuk memudahkan pihak
penerima laporan dalam menangkap
kandungan pokok laporan. Sementara
itu, isi laporan sebaiknya mencakup halhal
penting penyelenggaraan diskusi.
Hal-hal yang lazim terdapat dalam
laporan diskusi adalah badan penyelenggara,
tempat, waktu penyelenggaraan,
tujuan, dan rumusan diskusi.
Secara terperinci, unsur-unsur yang harus ada dalam laporan hasil diskusi
adalah sebagai berikut.
a. Pendahuluan, yang terdiri atas:
1) latar belakang pelaksanaan diskusi,
2) tujuan diskusi,
3) langkah-langkah persiapan.
b) Uraian pelaksanaan, terdiri atas:
1) tempat dan waktu,
2) peserta,
3) prosesi jalannya diskusi,
4) rumusan hasil diskusi.
c) Penutup, yang terdiri atas:
1) kesimpulan,
2) saran-saran.
d) Lampiran
BAHASA INDONESIA TENTANG BERPIDATO TANPA TEKS
1. Lancar Berpidato dengan Lafal, Intonasi, Nada, dan Sikap yang Tepat
Berpidato adalah aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mengungkapkan
ide, gagasan, dan pikiran, baik direncanakan maupun tidak direncanakan.
Berpidato merupakan salah satu keterampilan berbicara. Apabila kita pandai
berpidato tentu saja akan mendatangkan banyak keuntungan, baik keuntungan
secara pribadi maupun secara umum bagi keluarga dan masyarakat luas.
a. Unsur-unsur Pidato
Unsur-unsur dalam berpidato adalah pembicara, bahan/materi pembicaraan,
objek atau pendengar, dan tema. Ketiga unsur tersebut saling memengaruhi
satu dengan yang lain. Hilangnya salah satu unsur tersebut di atas, akan mengakibatkan
ketimpangan dalam berpidato.
b. Metode Berpidato
Berpidato yang baik tentu harus memilih metode yang baik. Metode-metode
berpidato yang baik dapat dibagi menjadi berikut ini.
1) Metode naskah, yaitu berpidato yang mengandalkan pada naskah. Metode
ini dipakai biasanya dalam pidato-pidato resmi, pidato di televisi atau di
radio.
2) Metode menghafal, yaitu metode berpidato yang direncanakan jauh hari
sebelumnya. Metode ini biasanya akan membosankan bagi pendengarnya.
3) Metode impromptu/serta-merta, yaitu metode berpidato berdasarkan kebutuhan
sesaat. Oleh karena itu, metode ini tanpa ada persiapan sebelumnya,
sehingga hasilnya akan kurang maksimal.
4) Metode ekstemporan (catatan kecil), yaitu metode berpidato yang direncanakan
dengan menggunakan catatan kecil sebagai inti dan rangkaian pembicaraan
yang akan disampaikan kepada pendengarnya.
Keempat metode ini saling melengkapi. Masing-masing metode memiliki
keunggulan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, sebagian orang
yang kreatif justru menggabungkan berbagai metode berpidato di atas untuk
menarik simpati pendengarnya.
c. Maksud dan Tujuan Berpidato
Berpidato tidak hanya sekadar bermain kata-kata. Berpidato juga memiliki
maksud dan tujuan yang baik dan bermanfaat. Maksud dan tujuan berpidato
antara lain sebagai berikut.
1) Mendorong/memberi semangat pendengarnya.
2) Meyakinkan pendengarnya.
3) Menginginkan reaksi dari pendengarnya.
4) Memberitahukan/menginformasikan pendengarnya.
5) Menyenangkan dan menghibur pendengarnya.
d. Teknik Penyajian Berpidato yang Baik
Dalam menyampaikan materi pidato diperlukan strategi penyampaian yang
baik untuk menarik simpati pendengarnya. Teknik penyampaian pidato yang
baik adalah sebagai berikut.
1) Menggunakan bahasa yang mudah dipahami pendengar.
2) Menggunakan contoh dan ilustrasi yang mempermudah pendengar dalam
memahami konsep yang abstrak apabila diperlukan.
3) Memberi penekanan dengan cara mengadakan variasi dalam gaya
penyajian.
4) Mengorganisasikan materi sajian dengan urut dari hal mudah ke hal yang
sulit dan lengkap.
5) Menghindari penggunaan kata-kata yang meragukan dan berlebih-lebihan.
6) Program atau materi disajikan dengan urutan yang jelas.
7) Berikan ikhtisar butir-butir yang penting, baik selama sajian maupun pada
akhir sajian.
8) Gunakan variasi suara dalam memberikan penekanan pada hal-hal yang
penting.
9) Kejelasan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat agar pendengar tidak
bosan atau terkesan monoton.
10) Membuat dan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman pendengar,
minat pendengar, atau sikap pendengar, jika diperlukan.
11) Menggunakan nada suara, volume suara, kecepatan bicara secara bervariasi.
12) Menggunakan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi Anda dengan
pendengar.
SOAL BAHASA INDONESIA
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Di bawah ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam diskusi atau seminar,
kecuali ....
a. moderator
b. pembicara
c. notulen
d. peserta
e. ketua
2. Cara pengiriman naskah ke media cetak bisa melalui ....
a. dikirim lewat wesel
b. dikirim lewat bank
c. dikirim lewat faksimile
d. dikirim lewat cek
e. dikirim lewat giro
3. Tanggapan penolakan di bawah ini yang tepat adalah ....
a. Saya tidak sependapat dengan Anda yang tidak masuk akal.
b. Maaf, hal itu tidak dapat diterima.
c. Saya tidak setuju sebab hal itu tidak benar.
d. Wah, pendapat itu harus ditolak!
e. Saya kurang sependapat dengan Bapak karena saya belum yakin tentang
hal itu.
4. Di bawah ini yang termasuk pola menarik kesimpulan adalah ....
a. analogi
b. kronologi
c. sebab - sebab
d. haplologi
e. akibat - akibat
5. Berikut ini yang tidak termasuk unsur-unsur dalam surat resmi lamaran
pekerjaan adalah ....
a. tanggal surat
b. ucapan terima kasih
c. alamat surat
d. isi surat
e. hal
6. Unsur-unsur intrinsik cerpen adalah ....
a. psikologi - penokohan - pesan d. tokoh - penokohan - filsafat
b. alur - konflik - tema e. amanat - budaya - tema
c. latar - konflik - struktural
7. Membuat surat lamaran yang baik dan benar harus ditinjau dari segi ....
a. kalimat - kata
b. EYD - hal
c. diksi - EYD
d. hal - struktur
e. kaitan antarkalimat - hal
8. Yang bukan persyaratan menulis di media cetak adalah ....
a. bersifat aktual dan faktual
b. mengandung gagasan sentral yang jelas
c. tidak menyerang pribadi seseorang
d. mengandung materi yang bersifat promosi komersial
e. mengandung unsur ilmiah populer
9. Yang merupakan ciri paragraf induktif adalah ....
a. letak kalimat utama di awal paragraf
b. bersifat umum - khusus
c. letak kalimat utama di tengah paragraf
d. bersifat khusus - umum - khusus
e. letak kalimat utama di akhir paragraf
10. Di bawah ini yang termasuk unsur ekstrinsik karya sastra adalah ....
a. psikologi - budaya - agama
b. struktural - semiotik - alur
c. tema - amanat - konflik
d. latar - pesan - konflik
e. tokoh - agama - filsafat
B. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar!
1. Buatlah contoh tanggapan persetujuan dan penolakan dengan bahasa yang
baik (masing-masing dua)!
2. Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik? Jelaskan!
3. Buatlah kalimat yang menyatakan opini dan fakta (masing-masing dua)!
4. Sebutkan lima kewajiban yang harus dipenuhi peserta diskusi!
5. Buatlah contoh surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar!
MENENTUKAN ISI PUISI, SIKAP PENYAIR DAN MENJELASKAN AMANAT PENYAIR
menentukan isi puisi yang dibacakan, temanya, sikap
penyair, dan menjelaskan amanatnya.
Menentukan Isi Puisi yang Dibacakan
Puisi merupakan karya sastra yang didominasi oleh unsur perasaan,
imajinasi, irama, dan persajakan yang ditata berbaris-baris dan berbait-bait
dalam nada dan irama yang sesuai. Di dalam puisi dapat ditemukan isinya,
esensi, dan substansi maksud yang terkandung di hati penyair. Ketika puisi itu
dibacakan, baik pembaca maupun pendengar, dapat menentukan isinya. Hal
ini terjadi, baik dalam puisi Indonesia maupun puisi terjemahan. Coba Anda
simak pembacaan puisi-puisi terjemahan yang dilakukan oleh teman-teman
berikut ini! Sambil membaca, tentukan isi yang terkandung di dalamnya. Bapak/
Ibu Guru akan menunjuk beberapa siswa untuk membacakan beberapa puisi
berikut ini di depan kelas.
Menentukan Tema dengan Bukti yang Mendukung
Penentuan tema dalam puisi dilakukan dengan cara menyarikan atau
merumuskan keseluruhan larik puisi. Setelah itu, mencari bukti-bukti yang
mendukung atas tema yang sudah ditentukan berupa baris-baris tertentu yang
selaras dengan tema. Bukti tersebut diharapkan dapat meyakinkan pembaca,
bahwa tema yang kita tentukan tersebut benar adanya.
Menentukan Sikap Penyair terhadap Puisi
Pada hakikatnya, objek inti yang dibicarakan dalam puisi itulah tema puisi.
Dalam mengembangkan tema menjadi sebuah puisi, penyair memiliki sikapsikap
tertentu terhadap tema itu. Adakalanya penyair menyikapinya dengan
penuh kesungguhan, kecintaan, kegairahan, optimisme, kadang-kadang
sebaliknya dengan rasa pesimistis, penuh kegetiran, sikap masa bodoh.
Adakalanya juga dengan sikap penuh keluguan, naif/kekanak-kanakan, cengeng
atau pragmatis/praktis.
Bagaimana atau seperti apa puisi yang berhasil ditulisnya sangatlah
ditentukan oleh sikap seorang penyair terhadap pembaca. Jika penyair bersikap
menggurui pembaca, puisinya akan penuh dengan nasihat-nasihat lugas. Penyair
yang menyikapi pembaca sebagai sosok yang cerdas dan apresiatif mendorong
seorang penulis untuk menulis puisi dengan bahasa figuratif dan simbol-simbol
yang kaya nuansa.
Menjelaskan Amanat Puisi
Amanat puisi adalah pesan moral seorang penyair yang diharapkan
menjadi sesuatu yang bermakna bagi para pembaca, menjadi hikmah,
renungan, atau nasihat. Amanat puisi biasanya mempunyai benang merah
dan misi visi yang relevan dengan tema.
PUISI SALAMKU
Salamku
Kawan perjalananku, inilah salam dari sang pengelana untuk-Mu.
Wahai Tuhan patah-hatiku, Tuhan derita dan kehilanganku, Tuhan
ketenangan kelabu runcuhnya hariku, salamku dan rumah kehancuranku
untuk-Mu.
Wahai cahaya pagi yang baru terlahir, matahari yang abadi, salamku
dan pengharapan yang tak pernah mati untuk-Mu.
Wahai pemanduku, akulah sang pengelana di atas jalan tak berujung
ini, salamku dan seorang pengembara untuk-Mu.
(Sumber: The Hearth of God Menyingkap Kalbu Ilahi, Jendela Grafika, 2002, Hal. 7,
Terjemahan Ribut Wahyudi)
PUISI TERIMALAH AKU
Terimalah Aku
Oleh: Rabindranath Tagore
Terimalah aku, duh Gusti, terimalah aku sejenak.
Biarkanlah hari-hari piatu itu berlalu tanpa Engkau kulupakan.
Cukup sebarkanlah waktu yang sesaat ini ke seluruh pangkuan-Mu,
merengkuhnya di balik cahaya-Mu.
Aku lelah mengembara dalam pengejaran suara-suara yang
menyeretku, namun mereka tak membawaku ke manapun.
Sekarang lzinkan aku duduk dalam damai dan mendengarkan
perkataan-Mu, dalam jiwa ketenanganku.
Jangan palingkan wajah-Mu dari rahasia-rahasia gelap kalbuku, tetapi
bakarlah mereka sampai menyala bersama api-Mu.
PUISI KASIDAH CINTA
Kasidah Cinta
Oleh: Jalaluddin Rumi
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata, kusimpan kasih-Mu
dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu, segera saja bagai duri
bakarlah aku.
Meskipun aku diam-tenang bagai ikan, namun aku gelisah pula bagai
ombak dan lautan.
Kau yang telah menutup rapat bibirku, tariklah misaiku ke dekat-
Mu.
Apakah maksud-Mu? Mana aku tahu? Aku hanya tahu bahwa aku
siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu.
Bagai unta memamah biak makanannya, dan bagai unta yang geram
mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara, di hadirat Kasih
aku jelas-nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah, aku menanti tanda musim semi,
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi, dan tanpa
kepalaku sendiri aku dapat menggaruk-belai kepala pula.
(Sumber: Kasidah Cinta, Budaya Jaya, hal. 138, Terjemahan Hartoyo Andangjaya)
PUISI SEORANG ANAK BERCAKAP DENGAN TUHAN
Seorang Anak Bercakap dengan Tuhan
Oleh: Patherine Marshall
Tuhanku, waktu usiaku lima tahun, masih sangat muda
Kupikir semua makananku berasal dari gudang penyimpan
Aku tak pernah mengerti mengapa Ayah bersyukur kepada-Mu
Kini usiaku enam tahun
Makin mengertilah aku
Kini kutahu gudang-gudang penyimpanan itu
Tak mungkin menyimpan makanan, tanpa berkah-Mu
Jika Kau tak merestui apa yang tumbuh
Terima kasih Tuhanku, untuk benih kecil mungil
Yang merekah ke dalam selaput ercis hijau ke dalam tomat merah
Ke dalam labu kuning dan apel yang ranum
Terima kasih atas hujan dan sinar matahari
Yang merekahkan benih-benih
Terima kasih untuk pak tani
Yang menanamkan benihnya
Dan kepada lelaki yang mengemudi truk-truk besar
Membawa bahan makanan ke pasar
Terima kasih untuk lelaki penyimpan seperti Tuan Barnes
Dalam apron putihnya yang longgar
Untuk Bapak yang membelikanku makanan
Untuk Mama yang memasakkanku
Hingga segalanya jadi lezat kunikmati
Terima kasih Tuhan
Amin
(Sumber: Puisi Seputar Dunia, Nusa Indah, 1984, hal. 110-111,
Terjemahan Nyoman Gusthi Eddy)
BAHASA INDONESIA TENTANG UNSUR-UNSUR DALAM SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Surat lamaran pekerjaan biasa ditulis seseorang ditujukan kepada suatu
instansi atau perusahaan. Dalam surat lamaran tersebut, seorang pelamar
menawarkan keahlian, kemampuan, atau jasa agar diterima menjadi karyawan
atau pegawai di instansi atau perusahaan tersebut.
Unsur-unsur yang terdapat dalam surat lamaran pekerjaan adalah sebagai
berikut.
a. Identitas pelamar, yang meliputi nama, alamat, usia, tempat dan tanggal
lahir, pendidikan.
b. Jenis pekerjaan yang diminta.
c. Bila telah mempunyai pengalaman, dicantumkan pengalaman kerja.
d. Data pendukung yang dimiliki, misalnya: STTB, riwayat hidup, dan sertifikat
keahlian.
e. Sumber lamaran, baik dari iklan maupun pengumuman.
CONTOH SURAT LAMARAN KERJA
Hal : Lamaran Pekerjaan
Lampiran : Satu berkas
Yth.
Kepala Personalia Sadar Djaya
di Jl. Majapahit VII No. 34
Solo
Dengan hormat,
Dengan adanya iklan di Solopos, 24 Januari 2007, dengan ini saya
mengajukan lamaran menjadi karyawan di Sadar Djaya, yaitu bagian
Teknisi Komputer.
Sebagai karyawan, saya akan berkerja keras untuk kemajuan
perusahaan Bapak. Berikut ini saya lampirkan:
1. Satu lembar copy ijazah terakhir
2. Satu lembar copy KTP
3. Tiga lembar pasfoto ukuran 4 x 6
4. Satu lembar daftar riwayat hidup
Demikian lamaran dari saya. Besar harapan saya untuk dapat
mengikuti tes seleksi. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya.
Hormat saya,
Yuma Ari
Fakta adalah keadaan, kejadian, atau peristiwa yang benar dan bisa
dibuktikan. Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas
sesuatu. Dalam kode etik jurnalistik, pasal 3 ayat (30) dijelaskan antara lain,
“…di dalam menyusun suatu berita, wartawan Indonesia harus membedakan
antara kejadian (fact) dan pendapat (opini) sehingga tidak mencampuradukkan
yang satu dengan yang lain untuk mencegah penyiaran berita-berita yang
diputarbalikkan atau dibubuhi secara tidak wajar.”
Pendapat juga disebut opini. Dikenal public opinion atau pendapat umum
dan general opinion atau anggapan umum. Opini merupakan persatuan (sintesis)
pendapat-pendapat yang banyak; sedikit banyak harus didukung orang banyak
baik setuju atau tidak setuju; ikatannya dalam bentuk perasaan/emosi; dapat
berubah; dan timbul melalui diskusi sosial
Tanggapan adalah ulasan atau komentar atas berita, pidato, laporan, dan
sebagainya. Tanggapan terhadap berita dapat diberikan pada seluruh aspek
berita, seperti isi, unsur berita, bahasa, gaya penulisan berita, dan sebagainya.
Sebelum menanggapi berita, kita harus memahami berita tersebut. Setelah itu,
baru kita lakukan analisis secara mendalam terhadap seluruh aspeknya.
Dalam memberikan tanggapan terhadap suatu berita atau laporan
diperlukan pemahaman tiga aspek penting dari tulisan tersebut. Tiga aspek
dalam tulisan tersebut adalah aspek tulisan/ejaan, aspek substansi/isi, dan aspek
penyajian berita. Bahasa yang digunakan dalam penulisan berita hendaknya
menggunakan ragam bahasa standar. Bahasa standar mempunyai ciri-ciri:
cendekia, luwes, dinamis, efektif, dan enak dibaca, tetapi tetap berpedoman
pada kaidah bahasa yang berlaku
Contoh Surat Lamaran
instansi atau perusahaan. Dalam surat lamaran tersebut, seorang pelamar
menawarkan keahlian, kemampuan, atau jasa agar diterima menjadi karyawan
atau pegawai di instansi atau perusahaan tersebut.
Unsur-unsur yang terdapat dalam surat lamaran pekerjaan adalah sebagai
berikut.
a. Identitas pelamar, yang meliputi nama, alamat, usia, tempat dan tanggal
lahir, pendidikan.
b. Jenis pekerjaan yang diminta.
c. Bila telah mempunyai pengalaman, dicantumkan pengalaman kerja.
d. Data pendukung yang dimiliki, misalnya: STTB, riwayat hidup, dan sertifikat
keahlian.
e. Sumber lamaran, baik dari iklan maupun pengumuman.
CONTOH SURAT LAMARAN KERJA
Hal : Lamaran Pekerjaan
Lampiran : Satu berkas
Yth.
Kepala Personalia Sadar Djaya
di Jl. Majapahit VII No. 34
Solo
Dengan hormat,
Dengan adanya iklan di Solopos, 24 Januari 2007, dengan ini saya
mengajukan lamaran menjadi karyawan di Sadar Djaya, yaitu bagian
Teknisi Komputer.
Sebagai karyawan, saya akan berkerja keras untuk kemajuan
perusahaan Bapak. Berikut ini saya lampirkan:
1. Satu lembar copy ijazah terakhir
2. Satu lembar copy KTP
3. Tiga lembar pasfoto ukuran 4 x 6
4. Satu lembar daftar riwayat hidup
Demikian lamaran dari saya. Besar harapan saya untuk dapat
mengikuti tes seleksi. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya.
Hormat saya,
Yuma Ari
Sabtu, 16 Oktober 2010
Penulisan Huruf
Penulisan Huruf dalam Bahasa Indonesia ( Written the Language )
a. Penulisan Huruf Besar atau Huruf Kapital
Dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa
1) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam menuliskan ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Misalnya : Allah
Yang Mahakuasa
Bimbinglah hamba-Mu
Quran
Injil
atas rahmat-Mu (bukan atas rahmatMu)
dengan kuasa-Nya (bukan dengan kuasaNya)
dengan izin_ku (bukan dengan izinKu)
Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan kata-kata, seperti imam, makmum, doa, puasa, dan misa.
Misalnya : Saya akan mengikuti misa di gereja itu.
Ia diangkat menjadi imam mesjid di kampungnya.
2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya : Haji Agus Salim Imam Hanafi
Sultan Hasanuddin Nabi Ibrahim
Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Benar
Ayahnya menunaikan ibadah haji.
Sebagai seorang sultan, ia tidak bertindak sewenang-wenang.
Salah
Ayahnya menunaikan ibadah Haji.
Sebagai seorang Sultan, tidak bertindak sewenang-wenang.
3) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya : Gubernur Asnawi Mangku Alam
Letnan Kolonel Saladin
Presiden Carazon Aquino
Gubernur Irian Jaya
Rektor Universitas
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya :
Sebagai seorang gubernur yang baru, ia berkelilinag di daerahnya untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya.
(bukan : Sebagai seorang Gubernur yang baru, ia berkelilinag di daerahnya untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya.)
Hari Senin yang lalu Lenan Kolonel Saladin dilantik menjadi kolonel.
(bukan : Hari Senin yang lalu Lenan Kolonel Saladin dilantik menjadi Kolonel.)
4) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Misalnya : bangsa
suku Sunda
bahasa Inggris
Perhatikan pelulisan yang berikut.
mengindonesiakan kata-kata asing
keinggris-inggrisan
kebelanda-belandaan
Perlu kita ingat bahwa yang dituliskan dengan huruf kapital hanya nama bangsa; nama suku, dan nama bahasa, sedangkan kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis dengan huruf kecil.
Misalnya :
Benar Salah
bangsa
suku Melayu Suku Melayu
bahasa Spanyol Bahasa Spanyol
5) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya :
Benar Salah
tahun Masehi Tahun Masehi
bulan Agustus Bulan Agustus
hari
Perang Candu perang Candu
Proklamasi Kemerdekaan proklamasi kemerdekaan
Republik
6) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
Misalnya :
Benar Salah
Teluk Jakarta teluk
Bukit Barisan bukit Barisan
Danau Toba danau Toba
Selat Karimata selat Karimata
Sungai Mahakam sungai Mahakam
Asia Tenggara
Akan tetapi, perhatikan penulisan berikut.
Berlayar sampai ke teluk.
Jangan m,andi di danau yang kotor.
Mereka menyeberangi selat yang dangkal.
7) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.
Misalnya :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Undang-undang Dasar 1945
Perhatikan penulisan berikut :
Benar
Dia menjadi pegawai di salah sebuah departemen.
Menurut undang-undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukuman setinggi-tingginya lima tahun.
Salah
Dia menjadi pegawai di salah sebuah Departemen.
Menurut Undang-Undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukuman setinggi-tingginya lima tahun.
8) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Misalnya :
Kapan Bapak berangkat ?
Apakah itu, Bu?
Surat Saudara sudah saya terima.
Saya akan disuntik, Dok?
Di mana rumah Bu Katarina?
Perhatikan penulisan yang berikut .
Benar
Kita harus menghormati ayah dan ibu kita.
Semua adik dan kakak saya akan berkeluarga.
Kami sendang menunggu Pak Guru.
Rumah Pak Lurah terletak di tengah-tengah desa.
Menurut keterangan Bu Dokter penyakit saya tidak parah.
Salah
Kita harus menghormati Ayah dan Ibu kita.
Semua Adik dan Kakak saya akan berkeluarga.
Kami sendang menunggu pak guru.
Rumah pak lurah terletak di tengah-tengah desa.
Menurut keterangan bu dokter penyakit saya tidak parah.
9) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Misalnya :
Benar
Tahukan Anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?
Apakah kegemaran Anda?
Salah
Tahukan anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?
Apakah kegemaran anda?
b. Penulisan Huruf Miring
Huruf miring dalam cetakan, yang dalam tulisan tangan atau ketikan dinyatakan dengan tanda garis bawah, dipakai untuk
(1) menuliskan nama buku, majalah, dan
(2) menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata, dan
(3) menuliskan kata nama-nama ilmiah, atau ungkapan asing, kecuali kata yang telah disesuaikan ejaannya.
Misalnya :
Majalah bahan dan Sarana sangat digemari para pengusaha.
Sudahkan Anda membaca buku Negara Kertagama karangan Prapanca?
Surat kabar Suara dan majalah Massa dapat merebut hari pembacanya.
Nama Latin untuk buah manggis adalah Garcinia Mangostana.
Sebenarnya, bukan saya yang harus mengerjakan hal itu, melainkan dia.
Huruf pertama kata
Minggu, 15 Agustus 2010
Mantan Pendeta Masuk Islam

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Hidayah bisa menghampiri siapa saja. Bila Allah SWT telah berkehendak maka seorang pendeta pun bisa berpaling menjadi Muslim yang taat. Mungkin itulah kisah yang dihadapi Kenneth L Jenkins dalam hidupnya.
Dilahirkan dan dibesarkan dilingkungan yang tergolong agamis, Jenkis adalah seorang pemeluk Kristen Pantekosta di Amerika Serikat. Dia lebih banyak diasuh oleh kakeknya karena ibunya sebagai orang tua tunggal. Pantas bila dia terbilang jamaat yang taat mengingat kakeknya sudah mengajarinya tentang kehidupan gereja sejak kecil. Dan tak heran pula bila di usia enam tahun, dia sudah mengetahui
banyak ajaran dalam Injil.
Setiap hari Minggu, Jenkins menuturkan, seluruh anggota keluarganya selalu pergi ke gereja. Saat seperti itu, ungkapnya, menjadi momen bagi dirinya beserta kedua saudaranya untuk mengenakan pakaian terbaik mereka. Setelah lulus SMA dan masuk universitas, Jenkins memutuskan untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia datang ke gereja setiap saat, mempelajari kitab Injil setiap hari, dan menghadiri kuliah yang diberikan oleh para pemuka agama Kristen.
Hal ini membuatnya amat menonjol di kalangan para jemaat. Pada usia 20 tahun, gereja memintanya untuk bergabung. Sejak itulah Jenkins mulai memberikan khutbah kepada para jemaat yang lain. Setelah menamatkan pendidikannya di jenjang universitas, Jenkins memutuskan untuk bekerja secara penuh di gereja sebagai pendakwah. Sasaran utamanya komunitas warga kulit hitam Amerika.
Ketika melakukan interaksi dengan komunitas inilah ia menemukan kenyataan bahwa banyak di antara para pemuka gereja yang menggunakan Injil untuk kepentingan politis, yakni untuk mendukung posisi mereka pada isu-isu tertentu. Kemudian, Jenkins memutuskan untuk pindah ke Texas. Di kota ini ia sempat bergabung dengan dua gereja Pantekosta yang berbeda. Namun, lagi-lagi ia mendapatkan kenyataan bahwa para pendeta di kedua gereja ini melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi norma aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi gereja.
Ia mendapatkan fakta di lapangan bahwa sejumlah pemimpin gereja melakukan perbuatan menyimpang tanpa tersentuh oleh hukum. Mendapati kenyataan seperti ini, dalam diri Jenkins mulai timbul berbagai pertanyaan atas keyakinan yang ia anut. ''Saat itu saya mulai berpikir untuk mencari sebuah perubahan,'' ujarnya.
Perubahan yang diinginkan Jenkins datang ketika ia mendapatkan sebuah tawaran pekerjaan di Arab Saudi. Setibanya di Arab Saudi, ia menemukan perbedaan yang mencolok dalam gaya hidup orang-orang Muslim di negara Timur Tengah tersebut. Dari sana kemudian timbul keinginan dalam diri pendeta ini untuk mempelajari lebih jauh agama yang dianut oleh masyarakat Muslim di Arab Saudi.
Perlahan, dia mulai mengagumi kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang diutus untuk membawa Islam. Dan dia pun ingin tahu lebih banyak lagi mengenainya. Untuk menjawab rasa ingin tahunya itu, Jenkins pun memutuskan untuk meminjam buku-buku mengenai Islam melalui salah seorang kerabatnya yang ia ketahui sangat dekat dengan komunitas Muslim. Buku-buku tersebut ia baca satu per satu. Dan, di antara buku-buku yang ia pinjam tersebut terdapat terjemahan Alquran. Ia menamatkan bacaan terjemahan Alquran ini dalam waktu empat bulan.
Berbagai pertanyaan seputar Islam yang ia lontarkan kepada teman-teman Muslimnya mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan. Jika teman Muslimnya ini tidak bisa memberikan jawaban yang memadai, mereka akan menanyakan hal tersebut kepada seseorang yang lebih paham. Dan pada hari berikutnya, baru jawaban dari orang tersebut disampaikan kepadanya.
Rasa persaudaraan dan sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh para teman Muslimnya ini, diakui Jenkins, membuatnya tertarik untuk mempelajari Islam lebih dalam. Rasa kekaguman Jenkins juga ditujukan kepada kaum Muslimah yang ia jumpai selama bermukim di Arab Saudi. Agama Islam yang baru dikenal olehnya, menurut Jenkins, juga tidak mengenal adanya perbedaan status sosial. Semua hal yang ia saksikan selama tinggal di Arab Saudi menurutnya merupakan sesuatu yang indah.
Kendati demikian, diakui Jenkins, saat itu dalam dirinya masih terdapat keragu-raguan antara Islam dengan keyakinan yang sudah dianutnya sejak masa kanak-kanak. Namun, semua keraguan tersebut terjawab manakala salah seorang teman Muslimnya memberikan dia sebuah kaset video yang berisi perdebatan antara Syekh Ahmed Deedat dan Pendeta Jimmy Swaggart. Setelah menonton perdebatan tersebut, Pendeta Gereja Pantekosta ini kemudian memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Kemudian oleh salah seorang kawan, Jenkins diajak menemui seorang ulama setempat, Syekh Abdullah bin Abdulaziz bin Baz. Di hadapan sang ulama, Jenkins pun secara resmi menerima Islam sebagai keyakinan barunya.
Tak butuh waktu lama, kabar mengenai masuk Islamnya Jenkins, telah sampai ke telinga para rekan-rekannya sesama pendeta dan aktivis gereja. Karena itu, setibanya di Amerika Serikat, berbagai hujatan dan kritikan bertubi-tubi datang kepadanya. Tak hanya itu, Jenkins juga dicap dengan berbagai label, mulai dari orang murtad hingga tercela. Ia juga dikucilkan dari lingkungan tempat tinggalnya.
Namun, semua itu tidak membuatnya gentar dan berpaling dari Islam. ''Islam membuat saya seperti terlahir kembali, dari kegelapan menjadi terang. Saya tidak merasa terusik dengan semua itu, karena saya merasa sangat bahagia bahwa Allah Mahakuasa yang telah memberi kan saya petunjuk,'' tuturnya.
Ingin Jadi Pendakwah
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Al-Madinah, Jenkins mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang pendakwah. Dia tak akan menghentikan aktivitasnya sebagai seorang juru dakwah, sebagaimana yang pernah ia lakukan saat masih memeluk Kristen Pantekosta. ''Saat ini, tujuan saya adalah belajar bahasa Arab dan terus belajar untuk mendapatkan pengetahuan lebih dalam tentang Islam, selain itu saya sekarang bergerak di bidang dakwah, terutama kepada non-Muslim,'' ujarnya.
Mantan pendeta ini juga berharap bisa membuat sebuah karya tulis mengenai perbandingan agama. Karena, menurutnya, adalah tugas umat Islam di seluruh dunia untuk menyebarkan ajaran Islam. ''Sebagai orang yang telah menghabiskan waktu yang lama sebagai penginjil, saya merasa memiliki kewajiban untuk mendidik masyarakat tentang kesalahan dan kontradiksi dari kisah-kisah di dalam Kitab Injil yang selama ini diyakini oleh jutaan orang,'' ungkapnya.
Sabtu, 14 Agustus 2010
Muallaf Kisah Leonardo Villar mengenal Islam
Sebelum saya memeluk Islam, nama saya ialah Leonardo Villar. Saya dilahirkan dalam sebuah keluarga Kristen pada tahun 1935 bulan Desember tanggal 4. Saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya. Mereka mengajar saya kepercayaan mereka yaitu doktrin Trinitas, sebuah kepercayaan bahwa Nabi Isa as adalah anak Tuhan dan dia turut menerima sembahan selain dari Tuhan itu sendiri. Mereka mengantar saya ke sekolah Inggris, itupun karena permintaan saya. Namun demikian, saya tidak menghabiskan pengajian saya di sekolah ini. Ketika itu usia saya baru lima tahun, pada mulanya Kepala Sekolah tidak menerima saya karena usia saya yang terlalu muda. Kemudiannya dia menerima karena melihatkan kemampuan saya dalam menyaingi teman-teman lain yang lebih tua.
Pada satu ketika saya tidur siang, pintu rumah terbuka. Ayam-ayam dan anak-anaknya masuk kedalam rumah. Saya terbangun. Saya mengambil handuk dan mengusir ayam-ayam tersebut. Ayam-ayampun beterbangan lari tidak karuan, sehingga berhala/patung yang sering kami tatapi saat menyembah jatuh dan hancur. Saya dapati bahwa berhala itu hanyalah kayu semata dan bukannya Tuhan. Saya katakan pada mereka, "Kalian hanyalah kayu, kalian bukan Tuhan seperti yang diklaim oleh ibu-bapakku. Kalian tidak bisa membantu diri kalian, bagaimana kalian bisa membantu orang lain?"
Saya ingin memecahkannya, tetapi karena ketika itu saya masih kecil, saya tidak berani melakukannya, sudah pasti kakek akan memukul saya. Saya meletakkan berhala itu ditempatnya semula. Saya mula berfikir, dan yakin bahwa memang ada Tuhan yang sebenarnya, yang telah menciptakan alam ini.
Keesokkan paginya, saya menemui bapak saya sedang duduk, saya duduk disebelahnya dan bertanya, adakah berhala-berhala itu Tuhan? Dia berkata, tidak, ia hanyalah simbol untuk kita sembah seolah-olah kita sedang berhadapan dengan Tuhan. Saya mendiamkan diri, saya tidak dapat mengucapkan apa yang terpendam dalam hati saya.
Saya meninggalkan sekolah dan berhenti menghadiri upacara-upacara keagamaan. Saya pergi ke sebuah rumah milik seorang tua. Saya meminta orang tua ini bercerita pada saya mengenai kisah para Nabi seperti Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Nuh dan Nabi Adam. Saya juga bertanya kepadanya tentang agama.
Ketika bapa saya mengetahui saya telah berhenti belajar, dia amat marah dan mengancam akan membunuh saya. Kemarahannya bertambah saat dia tahu yang saya juga telah berhenti dari pergi ke gereja pada hari minggu. Ini berlalu hingga saya berusia 17 tahun.
Pada tahun 1963, saya tiba di kota Marawi di Mindanao, propinsi yang terletak di bagian Selatan Filipina yang memiliki penduduk muslim yang ramai. Sudah menjadi kebiasaan saya, setiap kali saya memasuki sebuah kota baru, sudah pasti saya akan masuk ke bangunan yang menjadi tempat peribadatan kawasan tersebut. Di sini saya telah pergi ke sebuah masjid.
Umat Islam saat itu sedang menunaikan shalat Maghrib. Saya menanti sehingga mereka selesai shalat. Kemudian saya menemui imam masjid tersebut dan orang-orang di situ mengelilingi kami. Saya berkata kepada Imam, apa yang telah anda lakukan tadi?
Dia menjawab, "Kami menunaikan shalat." Saya bertanya, "Apakah ini agama anda? Dia berkata, "Iya." Saya bertanya lagi, "Apakah agama ini? Dia menjawab, "Islam." Saya bertanya kembali, "Siapa Tuhan anda? Dia berkata, "Allah." Saya bertanya, "Siapakah nabi anda? Dia berkata, "Muhammad saw." Saya diam, karena inilah kali pertama saya mendengarnya, dan saya mula berfikir.
Saya bertanya lagi, "Apa yang anda fikir mengenai Nabi Isa? Dia berkata, "Ia adalah Isa anak Maryam, semoga Tuhan memberkati keduanya, dan ia adalah Nabi Allah." Saya bertanya," Apakah agamanya? Saya bertanya kembali, "Apakah agamanya? Ia berkata, "Islam. Karena semua nabi mengikuti agama Islam. Kemudian baru saya sadar bahwa kami tidak bisa berbicara lama, dan saya adalah orang asing di kota ini. Saya berkata kepadanya, "Adakah anda punya buku yang bisa saya baca?
Dia memberi tiga buku dalam bahasa Inggris kepada saya; sebuah buku berkaitan agama Islam, terjemahan al-Quran dan ketiga sebuah artikel berkaitan akidah. Saya meninggalkan masjid tersebut dan pergi ke tempat tujuan, saya membaca buku pertama secara terperinci. Saya menemui apa yang saya cari dalam buku tersebut.
Akhirnya, saya sudah pasti bahwa saya telah menemui agama Nabi Isa as yang saya cari selama 20 tahun. Buku itu memberitahu cara berwudu' dan segala hal-hal yang mendasar berkaitan shalat. Saya mencari bagian yang menjelaskannya dan mula menghafal serta melakukannya. Pada pagi Jumat, saya pergi ke rumah Imam dan bertanya kepadanya, "Adakah seorang non-muslim diizinkan untuk memeluk agama Islam jika dia mengingininya?
Dia berkata, "Islam bukan hanya agama untuk kami umat Islam; ia adalah agama miliki semua manusia dan anda haruslah menjadi seorang muslim." Iia mengajar saya untuk mengambil wudu' dan mengucap dua kalimah syahadah, serta menunaikan shalat. Setelah saya selesai menunaikan shalat, saya bertanya kepadanya, "Adakah saya muslim sekarang? Ia berkata, "Iya."
Saya mula mempelajari Islam di sebuah sekolah agama Islam di kota ini lebih kurang selama 4 tahun. Kemudian saya melanjutkan pelajaran ke Mekah. Pada akhir tahun 1967, saya mendapat kartu izin pelajar. Pada tahun 1978, saya dibenarkan untuk menyambung pelajaran di Universitas al-Madinah sehingga tahun 1979 dimana saya menamatkan pelajaran saya.
Kemudian saya diantar ke Sabah, Malaysia. Sehingga saat ini saya bekerja sebagai seorang muballig.[IRIB/AN]
Fitnah Kubur
Fitnah Dalam Kubur Menyerupai Fitnah Dajjal
Tidak banyak orang yang sadar bahwa kelak di dalam kubur setiap jenazah bakal mengalami fitnah (ujian) berat. Sedemikian beratnya fitnah itu sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkannya sebagai fitnah yang menyerupai fitnah Dajjal.
قَدْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِي الْقُبُورِ قَرِيبًا مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan menghadapi ujian di dalam kubur kalian yang menyerupai ujian Ad-Dajjal." (NASAI - 2035)
Sebagaimana kita tahu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memperingatkan kita akan dahsyatnya fitnah Ad-Dajjal. Banyak hadits yang menyebutkannya.
مَا بَيْنَ آدَمَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمْرٌ أَكْبَرُ مِنْ الدَّجَّال
Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak ada perkara sejak diciptakannya Adam sampai Hari Kiamat yang lebih besar daripada Dajjal." (AHMAD - 15676)
مَا بُعِثَ نَبِيٌّ إِلَّا أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الْأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلَا إِنَّهُ أَعْوَرُ
وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah dan pendusta, ketahuilah bahwasanya Dajjal itu buta sebelah, sedang rabb kalian tidak buta sebelah, tertulis diantara kedua matanya KAFIR." (BUKHARI - 6598)
Apakah ujian yang akan dialami setiap orang di dalam kuburnya sehingga Nabi shallallahu'alaihiwasallam menyatakan bahwa beratnya fitnah tersebut menyerupai beratnya fitnah Dajjal? Dalam sebuah hadits panjang pernah suatu ketika Nabi shallallahu'alaihiwasallam menjelaskan di hadapan para sahabat apa yang dialami jenazah mukmin di dalam kuburnya.
فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ
مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ
دِينِيَ الْإِسْلَامُفَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ
فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَيَقُولَانِ لَهُ وَمَا عِلْمُكَ فَيَقُولُ قَرَأْتُ
كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ
أَنْ صَدَقَ عَبْدِيفَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ
وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِقَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا
وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ
وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ
أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ لَهُ
مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ
الصَّالِحُفَيَقُولُ رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي
Nabi Muhammad shallallahu'alaihiwasallam bersabda: “Lantas roh (jenazah mukmin tersebut) dikembalikan ke jasadnya, kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukkannya dan bertanya 'Siapa Rabbmu'. Ia menjawab 'Rabbku Allah'. Tanya keduanya "Apa din-mu (agamamu)? "Agamuku Islam." Jawabnya. Keduanya bertanya "Bagaimana komentarmu tentang laki-laki yang diutus kepada kamu ini? Si mayit menjawab "Oh, dia Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Keduanya bertanya "darimana kamu tahu? Ia menjawab "Aku membaca kitabullah sehingga aku mengimaninya dan membenarkannya.” Lantas ada Penyeru di langit memanggil-manggil "HambaKu benar, hamparkanlah surga baginya dan berilah pakaian surga, dan bukakanlah pintu baginya menuju surga”, Kata Nabi, maka hamba itu memperoleh bau harum dan wangi surga dan kuburannya diperluas sejauh mata memandang. Lantas ia didatangi oleh laki-laki berwajah tampan, pakaiannya indah, wanginya semerbak, dan malaikat itu berucap "Bergembiralah dengan kabar yang menggembirakanmu. Inilah hari yang dijanjikan unukmu.” Si mayit bertanya 'Lho, siapa kamu ini sebenarnya, rupanya wajahmu adalah wajah yang mendatangkan kebaikan! Si laki-laki tampan menjawab “Ow, aku adalah amal solehmu”. Lantas hamba tadi meminta: "Ya Rabbku, tolong jadikan kiamat sekarang juga sehingga aku bisa kembali menemui keluargaku dan hartaku”. (AHMAD - 17803)
Kemudian sesudah itu Nabi shallallahu'alaihiwasallam menjelaskan secara kontras apa yang dialami jenazah kafir di dalam kuburnya.
فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ
مَنْ رَبُّكَفَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ
فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِيفَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي
بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي
فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ
وَافْتَحُوا لَهُبَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا
وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّىتَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ
قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِفَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي
يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ
مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ
أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمْ السَّاعَةَ
Maka roh (jenazah kafir tersebut) dikembalikan dalam jasadnya. Kedua malaikat lantas mendatanginya dan mendudukkannya dan menginterogasi "Siapa Rabbmu? ia menajwab "Ah... ah... ah, saya tidak tahu...!” Kedua malaikat itu bertanya lagi "Apa din-mu (agamamu)? Ia menjawab "Ah... ah... ah, saya tidak tahu...!” kedua malaikat bertanya lagi "bagaimana tanggapanmu mengenai laki-laki ini yang diutus untuk kalian? Si mayit menjawab; "Ah... ah... ah, saya tidak tahu...!” Lantas ada Penyeru langit memanggil-manggil "ia betul-betul telah dusta! hamparkan baginya neraka!” Maka malaikat membuka pintu neraka baginya dan ia mendatanginya dengan segala panasnya dan letupannya. Sedang kuburannya menjepitnya hingga tulang-tulangnya remuk. Kemudian ia didatangi oleh laki-laki yang wajahnya menyeramkan, pakainnya lusuh, baunya busuk dan berujar; "Bergembiralah engkau dengan segala hal yang menyusahkanmu. Inilah harimu yang dijanjikan bagimu.” Lantas si mayyit bertanya "Siapa kamu dengan wajahmu yang sedemikian menyeramkan dan membawa keburukan ini?” Lantas si laki-laki menjawab: "aku adalah amal jahatmu”, Maka si mayyit berdoa "Ya Rabb ... Jangan kiamat kau jadikan sekarang!” (AHMAD - 17803)
اللَّهُمَّ إِنِّي أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِي وَإِنْ قَصُرَ رَأْيِي وَضَعُفَ عَمَلِي
افْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ فَأَسْأَلُكَ يَا قَاضِيَ الْأُمُورِ
وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِكَمَا تُجِيرُ بَيْنَ الْبُحُورِ
أَنْ تُجِيرَنِي مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ
وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُورِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقُبُورِ
Ya Allah kepadaMu aku sampaikan hajatku, walaupun terbatas penglihatanku, serta lemah amalanku. Aku butuh kepada rahmatMu, maka aku memohon kepadaMu wahai Dzat Yang Maha Mampu menyelesaikan segala perkara, wahai Dzat yang mengobati hatiku, sebagaimana Engkau melindungi diantara lautan aku mohon agar Engkau lindungi aku dari adzab Neraka Sa'ir, serta seruan kebinasaan, serta fitnah kubur.